Hardiknas 2026 di Sragen: Pendidikan Vokasi Didorong Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional
![]() |
| Hardiknas 2026 di Sragen: Pendidikan Vokasi Didorong Jadi Pilar Ketahanan Pangan Nasional |
Pemilihan SMKN 1 Kedawung sebagai lokasi utama bukan tanpa alasan. Sekolah ini dinilai berhasil menghadirkan model pendidikan terintegrasi yang menggabungkan pembelajaran akademik dengan praktik nyata di sektor pertanian dan agribisnis, sejalan dengan arah pembangunan Jawa Tengah menuju swasembada pangan.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran sentral dalam membentuk generasi unggul yang adaptif dan produktif, termasuk dalam menjawab tantangan pangan di masa depan.
“Pendidikan bukan hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga di keluarga dan masyarakat. Melalui pendidikan yang baik, anak-anak kita diharapkan mampu berkontribusi nyata, termasuk dalam menjaga ketahanan pangan bangsa,” ujarnya saat membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, Bupati Sragen Sigit Pamungkas, serta Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, yang bersama-sama menunjukkan komitmen kuat dalam sinergi pembangunan pendidikan dan sektor pangan.
Keunggulan SMKN 1 Kedawung terletak pada program keahlian berbasis pertanian, seperti budidaya tanaman pangan (hortikultura), agribisnis perkebunan, hingga pengolahan hasil pertanian. Fasilitas kebun produktif yang dimiliki sekolah dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran sekaligus sumber pangan yang mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Beragam komoditas seperti kelengkeng, jeruk, durian, hingga jambu telah dibudidayakan dan sebagian hasilnya dimanfaatkan untuk kebutuhan gizi siswa. Model ini menjadi contoh konkret bagaimana sekolah mampu berkontribusi langsung dalam ekosistem ketahanan pangan.
“Kami mengembangkan berbagai sektor pangan, mulai dari buah, telur, hingga ikan. Ini adalah bagian dari kontribusi nyata pendidikan vokasi dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus program Makan Bergizi Gratis,” ungkap Kepala SMKN 1 Kedawung, Fahmi Khoiruman.
Selain itu, pada kesempatan tersebut juga diserahkan berbagai penghargaan, di antaranya Satyalencana Karya Satya bagi guru yang telah mengabdi selama puluhan tahun, serta apresiasi kepada pelajar berprestasi tingkat nasional di bidang inovasi dan kewirausahaan.
Peringatan Hardiknas 2026 ini menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga menjadi motor penggerak kemandirian pangan. Melalui sinergi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat, pendidikan vokasi diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berdaya saing dan berkontribusi nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.
Dengan langkah nyata seperti yang ditunjukkan SMKN 1 Kedawung, pendidikan berbasis potensi lokal terbukti mampu menjadi solusi strategis dalam menjawab tantangan global, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Sumber : https://timesindonesia.co.id/
