Sekolah Berkebun Jadi Inspirasi Nasional, Siswa SD Kanisius Pucangsawit Solo Belajar Panen hingga Olah Pangan Bergizi
![]() |
| Sekolah Berkebun Jadi Inspirasi Nasional, Siswa SD Kanisius Pucangsawit Solo Belajar Panen hingga Olah Pangan Bergizi |
Kegiatan panen sayur pakcoy yang dilakukan para siswa berlangsung meriah dan
penuh antusiasme. Dengan bimbingan guru, siswa memanen sayuran menggunakan
wadah, mencabut tanaman yang siap panen, membersihkan akar dari tanah, hingga
mencuci hasil panen. Selain pakcoy, siswa juga merawat berbagai tanaman lain
seperti jagung, mentimun, serta tanaman obat keluarga.
Program ini turut menarik perhatian Wali Kota Solo, Respati Ardi, yang hadir
bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Solo, Venessa Winastesia. Keduanya ikut
serta dalam kegiatan panen bersama siswa dan guru.
Tak hanya berkebun, sekolah juga mengembangkan peternakan ayam sebagai
bagian dari pembelajaran terpadu. Lahan kosong di sisi timur dan selatan
sekolah yang sebelumnya tidak termanfaatkan, kini disulap menjadi kebun
produktif dan kandang ayam sejak Maret 2026. Fasilitas pendukung seperti dapur
atau kantin sekolah serta media edukasi gizi juga disediakan untuk menunjang
proses belajar.
Kepala sekolah, Perdana Wulan Sari, menjelaskan bahwa program ini dirancang
tidak sekadar kegiatan berkebun, melainkan terintegrasi dengan pembelajaran
siswa.
“Anak-anak belajar secara langsung dari proses menanam hingga mengolah hasil
panen. Ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual sekaligus menanamkan nilai
karakter,” ujarnya.
Melalui program tersebut, siswa diajarkan berbagai nilai penting seperti
cinta lingkungan, menjaga kebersihan, kerja sama, kemandirian, serta kemampuan
berpikir kritis. Siswa kelas IV dan V bahkan dilibatkan dalam pengolahan hasil
panen menjadi makanan sehat dengan komposisi gizi seimbang, meliputi
karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral.
Lebih jauh, siswa juga dilatih untuk menghargai makanan dan meminimalisasi
sampah sisa konsumsi. Kegiatan panen dan memasak direncanakan akan dilakukan
secara berkelanjutan dengan melibatkan kelas lain serta orang tua siswa.
Meski demikian, program ini tidak lepas dari tantangan. Para guru harus
terus belajar menghadapi berbagai kendala seperti serangan hama, termasuk
memahami jenis tanaman dan metode perawatannya.
Wali Kota Solo, Respati Ardi, memberikan apresiasi tinggi atas inovasi
tersebut. Ia menilai program ini sebagai langkah nyata dalam membangun karakter
generasi muda sekaligus relevan untuk diterapkan di sekolah lain.
“Ini adalah program yang sangat inspiratif dan layak menjadi contoh. Kami
berharap dapat mengadopsinya di sekolah-sekolah negeri di Kota Solo,”
ungkapnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kota Solo berkomitmen memberikan bantuan
berupa ayam, peralatan, serta perlengkapan pertanian untuk menunjang
keberlanjutan program tersebut.
Program berkebun terpadu yang dijalankan SD Kanisius Pucangsawit Solo
menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi
juga melalui pengalaman nyata yang membentuk karakter, keterampilan, dan
kesadaran lingkungan sejak dini. Inovasi ini diharapkan mampu menginspirasi
sekolah lain dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna dan
berkelanjutan.
Sumber : https://solopos.espos.id/
