Dapur MBG SPPG Jatipurno 1 Wonogiri Bertransformasi Menjadi Kawasan Hijau Berkelanjutan
0 menit baca
![]() |
| Dapur MBG SPPG Jatipurno 1 Wonogiri Bertransformasi Menjadi Kawasan Hijau Berkelanjutan |
Transformasi itu dilakukan melalui penataan berbagai tanaman buah dalam pot (tabulampot) di sekitar area dapur utama. Program penghijauan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara SPPG Jatipurno 1 bersama Kebun Bibit Griya Amanah Jatipurno sebagai bentuk integrasi antara pelayanan gizi, kebersihan lingkungan, dan ketahanan pangan lokal.
![]() |
| Dapur MBG SPPG Jatipurno 1 Wonogiri Bertransformasi Menjadi Kawasan Hijau Berkelanjutan |
Konsep dapur hijau ini dinilai mampu mendukung kualitas lingkungan produksi makanan yang setiap harinya melayani ribuan penerima manfaat, mulai dari siswa, balita, ibu hamil, hingga ibu menyusui di wilayah Kecamatan Jatipurno.
Selain memperkuat estetika kawasan, tabulampot yang ditanam juga berfungsi membantu menyaring debu, mengurangi polusi udara, serta menjaga stabilitas suhu mikro di sekitar area pengolahan makanan. Kondisi tersebut dinilai penting untuk mendukung standar sanitasi dapur pelayanan gizi.
![]() |
| Dapur MBG SPPG Jatipurno 1 Wonogiri Bertransformasi Menjadi Kawasan Hijau Berkelanjutan |
“Kami ingin menciptakan lingkungan dapur yang tetap sehat, nyaman, dan mendukung kualitas pelayanan gizi. Kehadiran tanaman di sekitar area produksi membantu menjaga suasana tetap sejuk sekaligus mendukung kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Pengembangan kawasan hijau tersebut juga diarahkan menuju konsep pengelolaan limbah berkelanjutan. Limbah organik dari aktivitas dapur nantinya akan diolah menjadi pupuk kompos maupun pupuk cair organik yang dimanfaatkan kembali untuk perawatan tanaman di area sekitar dapur.
Pengelola Kebun Bibit Griya Amanah, Tarmin, menilai kolaborasi itu menjadi contoh bahwa kawasan pelayanan publik dapat dibangun lebih produktif sekaligus ramah lingkungan.
“Dapur pelayanan gizi tidak hanya identik dengan pengolahan makanan, tetapi juga bisa menjadi sarana edukasi lingkungan dan ketahanan pangan. Tanaman yang digunakan juga berasal dari metode vegetatif unggul sehingga lebih cepat berbuah meski ditanam di dalam pot,” jelasnya.
SPPG Jatipurno 1 yang berada di bawah naungan Yayasan Budi Utomo dan kompleks Pondok Pesantren Bairuha Jatipurno tersebut mulai beroperasi sejak September 2025. Hingga kini, dapur MBG itu melayani lebih dari 2.700 penerima manfaat dengan penerapan standar kebersihan dan sanitasi yang ketat.
Transformasi kawasan dapur MBG menjadi ruang hijau produktif tersebut dinilai berpotensi menjadi model pengembangan dapur pelayanan gizi berbasis lingkungan di berbagai daerah. Integrasi antara pelayanan makanan bergizi, penghijauan, dan pengelolaan limbah organik dinilai selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang terus didorong pemerintah.
Dari Kecamatan Jatipurno, muncul sebuah konsep sederhana namun berdampak besar: dapur pelayanan gizi bukan hanya tempat menyiapkan makanan sehat, tetapi juga ruang tumbuhnya budaya hijau dan kepedulian lingkungan bagi masyarakat. (Adv)


