BREAKING NEWS

Koro Pedang Wonogiri Dilirik Unnes, Mahasiswa Teliti Potensi Tempe Nonkedelai

Koro Pedang Wonogiri Dilirik Unnes, Mahasiswa Teliti Potensi Tempe Nonkedelai
Wonogiri, agrotechindonesia.com - Inovasi pangan lokal berbasis tanaman koro pedang mulai mendapat perhatian serius dari kalangan akademisi dan pelaku agroindustri. Tanaman yang selama ini belum banyak dimanfaatkan tersebut kini dinilai memiliki prospek besar sebagai bahan baku tempe nonkedelai sekaligus peluang usaha baru bagi masyarakat pedesaan.

Sebanyak 26 mahasiswa yang tergabung dalam Genuine Fermentation Club (GFC) Universitas Negeri Semarang (Unnes) melakukan kunjungan riset dan edukasi ke Rumah Koro Pedang di Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pengembangan inovasi agro berbasis pangan alternatif dan fermentasi lokal.

Rombongan mahasiswa dipimpin Guru Besar Ilmu Bioteknologi FMIPA Unnes, Prof. Dr. Siti Harnina Bintari. Dalam kunjungannya, ia menegaskan bahwa pengembangan tempe nonkedelai menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap kedelai impor.

Koro Pedang Wonogiri Dilirik Unnes, Mahasiswa Teliti Potensi Tempe Nonkedelai
“Koro pedang memiliki potensi luar biasa sebagai sumber protein nabati lokal. Selain tahan ditanam di lahan marginal, tanaman ini juga bisa menjadi solusi ketahanan pangan dan peluang ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Menurut Harnina, inovasi agro berbasis koro pedang tidak hanya berhenti pada produksi tempe, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk olahan bernilai tambah seperti keripik, susu nabati, sambal, hingga makanan siap saji kemasan.

Ia menilai keberadaan Rumah Inovasi Tempe (RIT) Sekar Sari yang dikelola Sukesti Nuswantari menjadi contoh nyata bagaimana komoditas lokal mampu diolah menjadi produk kreatif dan berdaya saing.

“Mahasiswa perlu belajar langsung dari lapangan, mulai dari budidaya tanaman hingga proses fermentasi dan pengembangan produknya. Dari sinilah inovasi agro bisa tumbuh,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa diajak mengunjungi lahan budidaya koro pedang di kawasan Bimardi Farm and Park, Desa Sendangijo. Mereka juga ikut memanen tanaman yang telah matang dengan ciri polong berwarna kecokelatan.

Sukesti Nuswantari menjelaskan, koro pedang atau Canavalia ensiformis merupakan tanaman kacang-kacangan yang memiliki daya tahan tinggi terhadap kondisi lahan kering dan tandus. Kandungan protein yang cukup tinggi menjadikan tanaman ini potensial sebagai bahan pangan alternatif pengganti kedelai.

“Selain dibuat tempe, biji koro pedang juga bisa diolah menjadi kecap, susu, hingga berbagai camilan sehat,” jelasnya.

Namun demikian, pengolahan koro pedang memerlukan tahapan khusus untuk menghilangkan kandungan sianida alami. Proses tersebut dilakukan melalui perendaman, perebusan, dan fermentasi selama beberapa hari sebelum siap diolah menjadi pangan konsumsi.

Menurut Sukesti, pengembangan produk koro pedang juga memiliki nilai strategis untuk mendukung ekonomi kreatif daerah. Ia berharap produk olahan berbasis koro pedang dapat menjadi oleh-oleh khas Wonogiri dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan komoditas lain seperti kacang mete.

Perjalanan mengembangkan koro pedang, lanjutnya, tidak selalu berjalan mudah. Ia pernah mengalami kegagalan saat ada pihak yang menjanjikan ekspor koro pedang ke Jepang, namun akhirnya menghilang setelah masa panen tiba.

Meski sempat mengalami kerugian, pengalaman tersebut justru menjadi titik awal lahirnya inovasi produk olahan koro pedang di Wonogiri. Kini, Sukesti aktif memberikan pelatihan kewirausahaan gratis kepada masyarakat agar mampu mengolah koro pedang menjadi produk bernilai ekonomi.

“Hingga saat ini sudah ada puluhan warga yang mulai menjalankan usaha tempe dan keripik koro pedang secara mandiri,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara akademisi, petani, dan pelaku usaha lokal, koro pedang kini mulai dilirik sebagai komoditas agro masa depan yang berpotensi mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru di daerah. (Red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar