BREAKING NEWS

Wonogiri Nandur Kopi Tahun Kedelapan, Seribu Bibit Kopi Ditanam di Hutan Girimanik

Wonogiri Nandur Kopi Tahun Kedelapan, Seribu Bibit Kopi Ditanam di Hutan Girimanik
AgrotechIndonesia.com, Slogohimo - Upaya pelestarian hutan sekaligus penguatan komoditas unggulan daerah terus digalakkan di Kabupaten Wonogiri. Sebanyak 1.000 bibit kopi ditanam secara serentak di kawasan hutan Girimanik, Desa Setren, Kecamatan Slogohimo, pada Sabtu (27/12/2025), dalam agenda tahunan bertajuk Wonogiri Nandur Kopi.

Kegiatan yang telah memasuki tahun kedelapan ini melibatkan petani kopi, pegiat kopi lokal, serta masyarakat sekitar. Selain bibit kopi, panitia juga menanam sejumlah tanaman buah di kawasan hutan lindung tersebut, salah satunya nangka madu, sebagai bagian dari upaya diversifikasi tanaman dan penghijauan berkelanjutan.

Ketua Masyarakat Indikasi Geografis (MIG) Kopi Wonogiri, Yosep Bagus Adi Santoso, menyampaikan bahwa penanaman massal kopi telah menjadi agenda rutin sejak pertama kali digelar pada 2018. Lokasi penanaman berpindah-pindah setiap tahun, namun dalam dua tahun terakhir difokuskan di kawasan hutan Girimanik.

“Girimanik memiliki potensi besar untuk pengembangan kopi berkualitas. Permintaan kopi dari wilayah ini terus meningkat seiring perbaikan mutu hasil panen,” ujarnya.

Pada penanaman kali ini, bibit yang ditanam merupakan kopi arabika Girimanik yang telah dikenal sebagai salah satu produk unggulan Wonogiri. Bagus meyakini populasi tanaman kopi di Girimanik akan terus bertambah karena semakin banyak petani yang tertarik menanam kopi, didorong oleh harga jual yang relatif stabil dan permintaan pasar yang terus tumbuh.

Namun demikian, ia menekankan bahwa penanaman saja tidak cukup. Perawatan yang berkelanjutan menjadi kunci agar kualitas dan kuantitas hasil kopi dapat terjaga. “Konsistensi petani dalam merawat tanaman sangat menentukan agar kopi Girimanik mampu bersaing dengan kopi dari daerah lain,” tambahnya.

Meski tergolong baru berkembang dibandingkan sentra kopi lain di Wonogiri, cita rasa kopi arabika Girimanik dinilai mampu bersaing setelah dilakukan intensifikasi penanaman dan perbaikan budidaya. Kehadiran kopi arabika ini juga memperkaya khasanah kopi Wonogiri yang selama ini didominasi oleh kopi robusta.

Bagus juga menyebutkan bahwa pada 2025 Kabupaten Wonogiri telah mengantongi Sertifikat Indikasi Geografis (SIG) untuk kopi robusta Wonogiri yang disahkan oleh Kementerian Hukum. Sertifikat ini menjadi pengakuan resmi terhadap kualitas dan karakteristik kopi Wonogiri yang dipengaruhi oleh faktor geografis dan kearifan lokal.

Sementara itu, Ketua Gapoktan Desa Setren, Mandra, mengapresiasi kegiatan penanaman massal kopi yang dinilai sangat membantu petani dalam meningkatkan populasi tanaman kopi di kawasan hutan Girimanik. Saat ini, minat petani kembali tumbuh karena harga kopi dinilai cukup menjanjikan.

“Sekarang sudah ada sekitar 10 petani yang masing-masing memiliki minimal 500 batang kopi. Harapannya, jumlah ini terus bertambah setiap tahun,” katanya.

Ia menjelaskan, tanaman kopi sebenarnya telah ditanam warga di kawasan Girimanik sejak akhir 1990-an. Namun, minimnya perawatan membuat populasinya menurun. Perhatian petani kembali meningkat sejak 2017, seiring naiknya permintaan pasar.

“Kalau total populasi kopi di Girimanik saat ini diperkirakan sekitar 8.000 batang,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, bibit kopi yang ditanam merupakan bantuan dari Yayasan Kayon Gunungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Index Sukoharjo. Program ini diharapkan mampu mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Wonogiri.

 

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar