BREAKING NEWS

Jatim Perkuat Kemandirian Pangan, Khofifah Luncurkan Program SIKAP di 38 Kabupaten/Kota

Jatim Perkuat Kemandirian Pangan, Khofifah Luncurkan Program SIKAP di 38 Kabupaten/Kota
AgrotechIndonesia.com, KEDIRI -  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa resmi meluncurkan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, Minggu (25/1/2026). Program ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat kemandirian pangan melalui keterlibatan aktif dunia pendidikan.

Peluncuran SIKAP dilakukan secara serentak di 754 sekolah lintas jenjang, mulai dari SMA, SMK hingga SLB, yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jawa Timur. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 110 ribu peserta yang terdiri atas siswa, guru, dan anggota Pramuka, baik secara luring maupun daring.

Khofifah menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak dapat hanya dibebankan kepada sektor pertanian semata, melainkan memerlukan peran seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan.

“Ketahanan pangan, apalagi yang berkelanjutan, bisa diinisiasi oleh SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta. Mereka dipandu oleh guru-guru yang luar biasa,” ujar Khofifah dalam sambutannya.

Jatim Perkuat Kemandirian Pangan, Khofifah Luncurkan Program SIKAP di 38 Kabupaten/Kota
Menurutnya, Program SIKAP dirancang sebagai gerakan kolaboratif yang mendorong peserta didik untuk tidak hanya memahami konsep ketahanan pangan secara teoritis, tetapi juga mampu mengimplementasikannya melalui inovasi dan praktik langsung di lingkungan sekolah.

Ia juga mengapresiasi Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur yang dinilai berhasil menerjemahkan konsep besar ketahanan pangan ke dalam format pembelajaran yang aplikatif dan relevan.

“SIKAP ini bukan sekadar slogan. Kita tidak hanya menyerukan, tetapi bekerja. Sekolah-sekolah sudah bergerak, berinovasi, dan menyiapkan format ketahanan pangan yang nyata,” tegasnya.

Melalui program ini, sekolah didorong untuk mengembangkan berbagai model ketahanan pangan, seperti pertanian hidroponik, optimalisasi lahan sekolah, budidaya tanaman pangan, hingga inovasi teknologi pascapanen yang dapat dimanfaatkan oleh lingkungan sekolah dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menyatakan bahwa SIKAP merupakan bentuk pendidikan kontekstual yang menekankan keseimbangan antara penguatan kompetensi akademik dan pembentukan karakter.

“Inisiatif ini adalah pendidikan yang hidup. Kita mengajarkan kemandirian pangan berkelanjutan, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat kolaboratif. Siswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi terlibat langsung dalam aksi nyata yang berdampak,” kata Aries.

Ia berharap, melalui implementasi berkelanjutan, program ini mampu melahirkan generasi muda yang memiliki kesadaran tinggi terhadap isu pangan, lingkungan, serta mampu menciptakan solusi inovatif yang dapat direplikasi di tingkat masyarakat.

Dengan cakupan pelaksanaan di seluruh kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi Jawa Timur optimistis SIKAP akan menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan pangan daerah sekaligus menyiapkan sumber daya manusia unggul yang adaptif terhadap tantangan masa depan. (red)

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar