Program Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 Resmi Dibuka, Pemerintah Ajak Sekolah dan Komunitas Ajukan Proposal
AgrotechIndonesia.com, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Kehutanan dan Badan Pengelola
Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) resmi membuka Program Layanan Dana Masyarakat
untuk Lingkungan (Small Grant Programme) dalam rangka mendukung target FOLU Net
Sink 2030. Program hibah berbasis masyarakat ini kini telah dapat diakses
secara daring oleh sekolah, kelompok masyarakat, dan komunitas lingkungan di
seluruh Indonesia.
Program Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 Resmi Dibuka, Pemerintah Ajak Sekolah dan Komunitas Ajukan Proposal
Pembukaan program ini menjadi
momentum penting untuk memperluas partisipasi publik dalam aksi penurunan emisi
sektor kehutanan dan penggunaan lahan (Forestry and Other Land Use/FOLU).
Melalui skema ini, pemerintah memberikan dukungan pendanaan berskala kecil
namun berdampak nyata di tingkat tapak.
Tiga
Skema Prioritas
Program yang telah dibuka mencakup
tiga tema utama.
Pertama, FOLU Goes to School,
yang menyasar satuan pendidikan untuk menginisiasi aksi nyata seperti penanaman
pohon, pengelolaan sampah, kampanye lingkungan, hingga penguatan kurikulum
berbasis keberlanjutan.
Kedua, FOLU Terra (Kesejahteraan
Masyarakat), yang ditujukan bagi kelompok masyarakat untuk mengembangkan
kegiatan produktif berbasis pengelolaan lingkungan berkelanjutan, termasuk
perhutanan sosial dan penguatan ekonomi hijau.
Ketiga, FOLU Biodiversity,
yang mendukung program pelestarian keanekaragaman hayati dan rehabilitasi
ekosistem berbasis kolaborasi lokal.
Program ini terbuka bagi Kelompok
Tani Hutan, Kelompok Perhutanan Sosial, komunitas penggiat lingkungan, generasi
muda peduli lingkungan, Sekolah Adiwiyata, serta satuan pendidikan formal mulai
dari SD, SMP, SMA hingga SMK Kehutanan binaan Kementerian Kehutanan.
Pendaftaran
Dibuka Secara Daring
Pengajuan proposal dilakukan
sepenuhnya melalui laman resmi layanan-dana-masyarakat.bpdlh.id. Prosesnya
meliputi registrasi akun, pengisian proposal kegiatan, unggah dokumen
pendukung, hingga proses verifikasi dan validasi secara digital.
Setiap proposal wajib memuat rencana
kegiatan yang jelas, tujuan terukur, serta Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang
realistis sesuai standar harga satuan yang ditetapkan. Komponen pendanaan dapat
mencakup kebutuhan narasumber, fasilitator, pengadaan bibit, perlengkapan
kegiatan, konsumsi, hingga pelaksanaan aksi penanaman atau restorasi.
Seleksi dilakukan melalui tahapan
verifikasi administrasi dan teknis oleh tim Project Management Unit (PMU) FOLU
NC dan tim verifikasi teknis. Penerima hibah yang dinyatakan lolos akan
menandatangani Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) sebagai bentuk
komitmen transparansi dan akuntabilitas.
Skema
Pencairan Dua Termin
Dana hibah disalurkan dalam dua
termin. Termin pertama sebesar 70–90 persen dari total dana yang disetujui,
sementara termin kedua diberikan setelah laporan kegiatan diverifikasi.
Penggunaan dana harus dapat dipertanggungjawabkan secara sah dan tidak
diperkenankan untuk pembelian aset tetap seperti kendaraan atau tanah.
Program ini juga menerapkan prinsip Environmental
and Social Safeguards untuk memastikan setiap kegiatan memenuhi standar
perlindungan lingkungan dan sosial, termasuk pelibatan masyarakat, kesetaraan gender,
serta perlindungan kelompok rentan.
Aksi
Nyata dari Akar Rumput
Dengan dibukanya program ini,
pemerintah mendorong partisipasi luas dari sekolah dan komunitas untuk
mengambil peran aktif dalam gerakan pemulihan lingkungan. Dukungan pendanaan
ini diharapkan mampu melahirkan aksi-aksi konkret di lapangan yang tidak hanya
berdampak pada penurunan emisi, tetapi juga meningkatkan kapasitas dan
kesejahteraan masyarakat.
Program Layanan Dana Masyarakat FOLU
Net Sink 2030 menjadi bukti bahwa transisi menuju pembangunan rendah karbon
dapat dimulai dari tingkat lokal—dari sekolah, desa, dan komunitas—yang
bergerak bersama menjaga hutan dan lingkungan Indonesia. (Red)