DIARY ESSAMO SD Negeri 1 Mojopuro Antarkan Korwilcambidik Jatiroto Raih Juara 3 WIA 2025
![]() |
| DIARY ESSAMO SD Negeri 1 Mojopuro Antarkan Korwilcambidik Jatiroto Raih Juara 3 WIA 2025 |
DIARY ESSAMO dikembangkan sebagai
solusi strategis untuk memperluas akses literasi dan meningkatkan kualitas
pembelajaran secara berkelanjutan. Sebelum inovasi ini diterapkan, layanan
perpustakaan di SD Negeri 1 Mojopuro masih bersifat manual dengan koleksi buku
terbatas, jam layanan sempit, serta tingkat pemanfaatan yang rendah. Rata-rata
kunjungan siswa ke perpustakaan hanya mencapai sekitar 65 persen per bulan,
yang berdampak pada rendahnya budaya literasi dan terbatasnya referensi belajar
bagi siswa maupun guru.
Melalui DIARY ESSAMO, SD Negeri 1
Mojopuro menghadirkan perpustakaan digital berbasis website yang menyediakan
koleksi e-book pembelajaran dan bacaan literasi secara gratis, legal, dan mudah
diakses. Layanan ini dapat dimanfaatkan kapan saja dan di mana saja melalui
perangkat digital, sehingga mendukung pembelajaran mandiri, kolaboratif, dan
berbasis teknologi. Kehadiran DIARY ESSAMO juga mengubah peran perpustakaan dari
sekadar ruang penyimpanan buku menjadi pusat sumber belajar digital yang
adaptif dan inklusif.
![]() |
| DIARY ESSAMO SD Negeri 1 Mojopuro Antarkan Korwilcambidik Jatiroto Raih Juara 3 WIA 2025 |
Dampak inovasi ini tercatat
signifikan dan terukur. Minat baca siswa meningkat sebesar 20 persen, dengan
tingkat pemanfaatan perpustakaan digital mencapai rata-rata 85 persen per
bulan. Kemampuan literasi siswa juga mengalami peningkatan, dari 85 persen pada
tahun 2023 menjadi 92,86 persen pada tahun 2024. Peningkatan kualitas
pembelajaran tercermin dari naiknya capaian Rapor Pendidikan SD Negeri 1
Mojopuro, dari 67,08 menjadi 77,15. Inovasi ini turut berkontribusi terhadap
peningkatan indikator kinerja daerah Kabupaten Wonogiri, seperti Indeks
Pembangunan Manusia, Indeks Pelayanan Publik, dan Indeks Kepuasan Masyarakat.
Kepala SD Negeri 1 Mojopuro, Dwi
Hartanto, S.Pd., menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam Wonogiri Innovation
Awards 2025 memberikan kesan yang sangat positif dan inspiratif. Menurutnya,
WIA tidak hanya menjadi ajang apresiasi inovasi daerah, tetapi juga ruang
pembelajaran, berbagi praktik baik, serta sarana memotivasi sekolah dan
perangkat daerah untuk terus berinovasi. Proses pelaksanaan WIA yang
terstruktur, transparan, dan berbasis dampak nyata dinilai mendorong lahirnya
inovasi yang tidak hanya kreatif, tetapi juga solutif dan berkelanjutan.
Ia berharap WIA dapat terus
dilaksanakan secara berkelanjutan dengan dukungan yang semakin kuat dari
pemerintah daerah. WIA diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi
juga wadah pembinaan, pendampingan, serta replikasi inovasi unggulan agar dapat
diterapkan lebih luas di berbagai sektor. Selain itu, ia juga berharap adanya
apresiasi dan penghargaan langsung bagi para inisiator atau inovator, sebagai
bentuk pengakuan atas komitmen, kreativitas, dan konsistensi dalam menghadirkan
inovasi yang berdampak nyata dan berkelanjutan.
Dengan desain inovasi yang
sederhana, biaya rendah, berdampak tinggi, serta mudah direplikasi, DIARY
ESSAMO SD Negeri 1 Mojopuro dinilai layak menjadi model inovasi pelayanan
pendidikan digital yang dapat diterapkan di sekolah-sekolah lain, baik di
Kabupaten Wonogiri maupun di daerah lainnya. (red)

